Profesor Berinisial AS Diduga Langgar Etika Akademik, Dunia Pendidikan Tercoreng

Dunia pendidikan kembali diguncang oleh kabar mengejutkan. Seorang pendidik bergelar profesor dengan inisial AS diduga terlibat dalam tindakan tidak pantas terhadap seorang gadis muda berusia 20 tahun berinisial Putri. Dugaan ini mencuat setelah beredar informasi bahwa AS kerap memberikan bujuk rayu dan janji manis yang berujung pada pemanfaatan korban untuk kepentingan pribadi.

Menurut keterangan sejumlah sumber, janji-janji yang diucapkan AS tidak pernah terealisasi. Sebaliknya, tindakan tersebut justru meninggalkan luka psikologis mendalam bagi korban yang masih berada dalam usia produktif dan masa depan cerah. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan luas, mengingat sosok profesor seharusnya menjadi teladan dalam menjaga martabat dan kehormatan dunia akademik.

“Seorang pendidik, apalagi bergelar profesor, memiliki tanggung jawab moral yang tinggi. Jika benar dugaan ini, maka perbuatannya mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan,” ujar salah satu pemerhati pendidikan.

Kasus ini menyoroti pentingnya penegakan etika akademik, serta perlindungan terhadap mahasiswa dan generasi muda dari segala bentuk pelecehan, penyalahgunaan wewenang, dan manipulasi emosional. Aparat penegak hukum diharapkan menindaklanjuti laporan ini secara profesional dan transparan agar keadilan dapat ditegakkan.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh insan pendidik: gelar dan jabatan bukanlah tameng untuk berbuat sewenang-wenang. Martabat seorang pendidik sejati terletak pada integritas, moralitas, dan komitmennya untuk melindungi masa depan peserta didik, bukan mencederainya. (JM)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top